Abhiseka
 
Penjelasan Abhiseka (pemberkatan khusus / inisiasi / anuttement / visudhi abhisecani) :

Pada umumnya, Abhiseka di dalam aliran esoteris terbagi menjadi empat kategori, yaitu :
1.
Abhiseka yang merupakan perkenalan awal dengan ajaran Buddha Tantrayana
2.
Abhiseka tentang pelajaran Dharma
3.
Abhiseka tentang pengenalan ajaran Buddha Tantrayana yang mendalam, ini berarti seseorang telah mengenal baik metode esoteris dan telah berkontak batin dengan Yidam-Nya
4.
Abhiseka Vajra Acarya, yaitu seseorang yang telah dianggap mampu menyampaikan dan mentransformasikan pelajaran Buddha Dharma kepada khalayak umum
Perbedaan antara metode esoteris dan non-esoteris bukan dalam hal Abhiseka saja, tetapi juga dalam hal keberhasilan dari setiap tahap latihan. Setiap sadhaka / tantrika yang melakukan latihan esoteris harus memahami hal-hal tersebut secara mendalam.

Pengertian Abhiseka adalah sesuai dengan cara dan penggunaannya pada dahulu kala. Saat itu di India, setiap ada penobatan raja maka seorang pendeta agung kerajaan akan menggunakan air laut dari empat penjuru untuk menyirami kepala raja dari atas hingga ke bawah sebagai pernyataan rasa suka cita dan pujian dari empat penjuru lautan, yang kelak akan mengarah / menuju ke-empat lautan lagi.

Di dalam aliran esoteris, Abhiseka memiliki nilai spiritual yang sangat tinggi, karena setelah menerima Abhiseka, berarti para Buddha, Bodhisattva telah berkenan mentransformasikan sesuatu kekuatan yang mempertajam kesadaran sejati seseorang umat awam sebagai siswa-Nya (dipercaya, pada saat transformasi kekuatan dilakukan, maka pada saat itu juga, umat awam tersebut akan langsung dilindungi oleh 16 mahkluk suci yang akan langsung mengelilingi dan menjaga umat awam tersebut. Adapun para mahkluk-mahkluk suci tersebut antara lain : Empat Maha Raja Langit (Virudhaka, Virupaksa, Vaisravana & Dhrtarastra), Ganapati, Deva Saha, Vajrapanibalin, Vajra Yaksa, Guhyapada, Dewa Naga dan sebagainya).

Untuk dapat melakukan sebuah Abhiseka, khususnya Abhiseka bersarana jarak jauh, hanya seorang Guru Spiritual Sejati yang telah mencapai tingkat kemahiran tertentu dalam bhavananya saja yang mampu melakukan hal-hal tersebut, karena Guru tersebut harus sudah menguasai teknik langkah-langkah gaib dan kemampuan mengasimilasi indra-indra dan sinar dari seluruh Yidam Buddha secara nyata. Kemampuan langkah-langkah gaib diperlukan agar Guru tersebut dapat mendatangi umat yang ber-Sarana dimanapun umat tersebut berada, dan kemampuan mengasimilasi indra-indra dan sinar dipergunakan untuk penguatan seluruh indra-indra umat yang ber-Sarana serta pengubahan sinar kolektif dari para Buddha dan Bodhisattva untuk memancarkan cahaya-Nya secara terfokus kepada umat yang ber-Sarana.
Bantuan visualisasi secara internal di pihak umat yang ber-Sarana mengenai arti dari warna sinar yang berbeda-beda saat Abhiseka dilakukan, antara lain :
1.
Sinar Putih, untuk menghilangkan karma-karma buruk.
2.
Sinar Merah, untuk cinta kasih.
3.
Sinar Kuning, untuk pengumpulan kesejahteraan duniawi.
4.
Sinar Biru, untuk kekuatan atau penundukkan Mara.

Ingat, semua latihan dalam esoteris harus mendapatkan Abhiseka terlebih dahulu agar proses akhir dari latihan tersebut membuahkan hasil yang diharapkan.